-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
C. Docker

Docker merupakan layanan open-source yang dapat mengemas serta menjalan aplikasi dengan lingkungan yang terisolasi. Dengan mengisolasi aplikasi, memungkinkan developer untuk menjalankan banyak container pada waktu bersamaan. Untuk mengisolasi setiap aplikasi, di docker menggunakan container. Penggunaan container juga memungkinkan developer untuk menjalankan aplikasi di berbagai lingkungan.

Docker menggunakan arsitektur client-server. Docker client bertugas menerima perintah pengguna dan mengirimkannya ke Docker daemon untuk menjalan perintah tersebut seperti building, running, dan distributing Docker container pengguna. Docker client dan daemon berjalan pada sistem yang sama, atau dapat menyambungkan Docker client dengan Docker daemon secara remote. Docker client dan daemon berkomunikasi menggunakan REST API, melalui soket UNIX atau network interface. Selain itu, juga terdapat Docker Compose yang memungkinkan bekerja dengan aplikasi yang terdiri atas sekumpulan container.
Docker Daemon
Docker Daemon (dockerd) mendengarkan Docker API requests dan mengelola objek Docker seperti image, container, jaringan, dan volume. Sebuah Docker daemon juga dapat berkomunikasi dengan daemon lain untuk mengelola layanan docker.
Docker Client
Docker Client (docker) merupakan interface pengguna untuk berinteraksi dengan Docker. Contohnya ketika pengguna memberikan input docker run, Docker client mengirim perintah ini ke dockerd, dan menjalankannya. Perintah Docker menggunakan Docker API. Docker Client dapat berkomunikasi dengan lebih dari satu daemon.
Docker Desktop
Docker Desktop adalah aplikasi Docker yang dipasang pada Mac, Windows, atau Linux environment yang memungkinkan untuk membangun dan berbagi aplikasi dan layanan mikro yang terkontainerisasi. Docker desktop mencakup Docker daemon (dockerd), Docker client (docker), Docker compose, Docker content trust, kubernetes, dan credential helper.
Docker Registry
Docker Registry adalah tempat untuk menyimpan Docker Image. Dengan menggunakan Docker Registry, pengguna dapat menyimpan Image yang dibuat, dan dapat digunakan di Docker Daemon dimanapun selama terkoneksi ke Docker Registry.
Saat menggunakan perintah docker pull atau docker run, Docker melakukan pull image yang dibutuhkan dari registry yang dikonfigurasikan. Saat menggunakan perintah docker push, Docker melakukan push image ke registry yang telah dikonfigurasi. Berikut contoh-contoh Docker Registry:
- Docker Hub (default)
- Digital Ocean Container Registry
- Google Cloud Container Registry
- Amazon Elastic Container Registry
- Azure Container Registry
Docker Objects
Docker Object merupakan komponen-komponen pada docker, seperti image, container, network, volume, plugin, dan lain-lain.
Modul 1
- Prerequisite
- Dasar Teori
- Installasi
- Membuat Virtualisasi
- Konfigurasi Resource Virtual Machine
- Cara Bermain
- Konfigurasi Internet Pada Virtual Machine
- Sinkronisasi Folder
- Provisioning Aplikasi Pada Virtual Machine
- Soal Latihan
- Referensi
Modul 2
- Dasar Teori
- Installasi
- Terminologi Dasar
- Simple Provisioning Vagrant dengan Ansible
- Provisioning Multiple VM dengan Ansible
- Soal Latihan
- Referensi
Modul 3
- Virtual Machine vs Container
- Docker Instalasi
- Docker
- Docker Image
- Docker Container
- Docker Volume
- Dockerfile
- Docker Compose
- Soal Latihan
- Referensi
Modul 4
Modul 5